Kreatifitas Dari Sampah

Posted by Yogo Prestiyanto on Thursday, November 15, 2012

Kreatifitas Dari Sampah

Di Negeri ini sampah sangat dibenci oleh masyarakat. Banyak tulisan-tulisan "Buanglah sampah pada tempatnya!!", kenyataannya masih banyak sampah dimana-mana. Apa yang terjadi? apakah tempat sampah tidak ada? atau masyarakat sendiri yang tidak bisa membaca? Mungkin kesalahan ini telah terjadi sejak jaman dahulu, sehingga menjadi budaya baru bangsa kita. Padahal dampak dari membuang sampah sangat banyak selain dari merusak keindahan suatu tempat, banjir akibat saluran-saluran air yang tersendat oleh timbunan banyaknya sampah. Akan tetapi masih banyak orang yang peduli akan kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempat sampah dan membersihkan lingkungan sekitar dari sampah-sampah. Juga banyak orang mampu mengolah limbah sampah, misal sampah plastik menjadi berbagai produk daur ulang yang memiliki nilai jual.
Kalau menurut penulis sendiri banyaknya sampah di Negeri ini diakibatkan peran Pemerintah yang kurang. Betapa tidak di luar Negeri orang yang membuang sampah bungkus permen saja bisa terkena hukuman pidana, sedangkan di Negeri kita membuang berkarung-karung sampah di mana saja tidak dikenakan apa-apa bahkan sanksi teguran pun tidak ada. Pemerintah sendiri harus lebih kerja keras, mungkin dengan memperbanyak tempat sampah, mengolah dan meleburkan sampah, serta memberi hukuman bagi yang membuang sampah sembarangan.
Kita lihat sendiri suasana Ibu Kota Indonesia yaitu Jakarta, sungai-sungai sekarang sudah menjadi aliran sampah dan bahkan sudah tidak terlihat mengalir karena banyaknya sampah. Banjir ada disana-sini entah apa yang mereka pikirkan, padahal kebanyakan banjir akibat dari tersumbatnya saluran air yang menuju ke sungai atau laut. 
Kita lupakan masalah sampah, dan mebahas topik lain yang masih berhubungan dengan sampah. Kenapa saya membuat judul postingan "Kreatifitas dari Sampah", karena saya ingin membagi pengalaman merubah sampah menjadi sesuatu yang berbeda dan memiliki nilai kreatifitas. Mungkin kisah ini bisa menjadi inspirasi kita semua untuk melihat sisi lain dari sampah.


Kembangan, adalah sebuah nama Desa yang masuk wilayah Kecamatan Moyudan, Sleman, Yogyakarta, itu adalah Desa saya juga. Suatu ketika desa kami mendapat undangan untuk mengikuti sebuah lomba Takbir Keliling se-Kecamatan Moyudan yang diadakan oleh Panitia PAKM (Pengajian Anak Kecamatan Moyudan) pada tanggal 28 Oktober 2012. Persyaratan lomba adalah dengan memakai sepeda, konsep lebih seperti sepeda gembira tetapi Takbir Keliling.
Kebanyakan dari peserta tahun ke tahun adalah menghias sepeda dengan kertas warna-warni. Untuk itu kali ini dari Desa kami mempunyai ide untuk menghias sepeda dari sampah plastik yang sudah tidak berguna lagi. Tidak lupa kostum kita buat dari sampah plastik juga. Karena tanggal 28 Oktober adalah hari sumpah pemuda maka tidak lupa diberi hiasan bendera kecil Merah Putih. 
Berikut gambar ketika mengikuti Takbir Keliling PAKM dari menghias sepeda sampai Hari Lomba :
Kreatifitas Dari Sampah

Kreatifitas Dari Sampah

Kreatifitas Dari Sampah

Kreatifitas Dari Sampah

Kreatifitas Dari Sampah

Kami pun keluar sebagai Juara 1 untuk Putri di Lomba Takbir Keliling PAKM 2012.
Selain itu kami juga pernah menjadi Juara 1 Tenda di Jambore PAKM 2011 dengan kreatifitas membuat Tenda dari sampah plastik yang tidak berguna. 
Berikut gambar untuk tenda dari sampah plastik :
Kreatifitas Dari Sampah

Kreatifitas Dari Sampah

Kreatifitas Dari Sampah

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Dan tak lupa berpesan selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Karena kalau tidak dimulai dari kita mau dari siapa lagi.








   

3 comments:

  1. Wah, klo semua orang seperti itu pasti Indonesia akan bersih dan sehat :)
    jangan lupa kunjung balik, sob
    => The Master Blogger

    ReplyDelete